Persaingan menuju sesi kualifikasi Moto3 di Sirkuit Mandalika menghadirkan dinamika yang menarik pada menit-menit akhir. Pembalap David Almansa berhasil menutup sesi practice sebagai yang tercepat, sementara pembalap Indonesia Veda Ega Pratama memperbaiki posisinya hingga finis di urutan ke-12. Sesi yang berlangsung pada Jumat sore waktu Indonesia bagian barat tersebut menjadi ajang pembuktian bagi sejumlah pembalap muda yang tengah berjuang mengamankan tempat di fase kualifikasi.
Almansa Tancap Gas di Menit Akhir
David Almansa tampil dominan dengan mencatatkan waktu terbaik 1 menit 37,169 detik. Pembalap yang memperkuat tim Intact GP itu menunjukkan konsistensi dan kecepatan yang sulit dikejar para pesaingnya sepanjang sesi berlangsung. Keunggulan waktu yang ia torehkan mencapai 0,871 detik atas Veda Ega Pratama, sebuah selisih yang cukup signifikan dalam kompetisi balap motor sekelas Moto3, di mana perbedaan sepersekian detik bisa sangat menentukan posisi start pada balapan nanti.
Sepanjang sesi, Almansa mampu mempertahankan posisi teratasnya. Bahkan dua menit menjelang sesi berakhir, ia masih kokoh bertengger di puncak klasemen dengan catatan waktu terbaiknya tersebut. Konsistensi semacam ini menjadi modal penting menjelang sesi kualifikasi, ketika para pembalap akan berusaha semaksimal mungkin mengamankan posisi start terdepan. Dominasi Almansa pada sesi practice sekaligus mengirimkan sinyal bahwa ia siap bersaing ketat pada balapan akhir pekan ini.
Posisi kedua dan ketiga pada sesi ini diisi oleh Maximo Quiles dan Marco Bertele. Keduanya turut menunjukkan performa kompetitif yang membuat persaingan di barisan depan semakin ketat. Sementara itu, daftar sepuluh besar juga dihuni sejumlah nama seperti Alvaro Cape, Adrian Fernandez, Ryo Yamanaka, Brian Uriarte, Chris O’Gorman, Jesus Rios, dan Guido Pini. Deretan pembalap tersebut menegaskan bahwa persaingan di kelas Moto3 musim ini berlangsung sengit, dengan banyak pembalap yang memiliki potensi bersaing di barisan depan.
Veda Ega Menanjak ke Posisi 12
Di sisi lain, Veda Ega Pratama menunjukkan perkembangan yang positif meski sempat menemui kendala pada awal sesi. Pembalap berusia 17 tahun itu pada mulanya belum menemukan tempat yang nyaman di lintasan. Ia bahkan sempat berada di posisi ke-18 saat berupaya menembus kelompok Q2. Namun, alih-alih menyerah, Veda terus mengejar waktu dan akhirnya berhasil naik enam posisi menjelang sesi practice berakhir, menutup latihan di urutan ke-12.
Perbaikan posisi ini menjadi catatan tersendiri bagi Veda, mengingat hasil tersebut memperbaiki capaiannya dibandingkan kondisi saat sesi masih berjalan. Meski demikian, jika dibandingkan dengan latihan bebas pertama atau FP1, posisi akhir Veda pada sesi ini justru sedikit lebih rendah. Pada FP1, Veda sempat menempati posisi ke-10 dengan catatan waktu 1 menit 38,746 detik. Catatan itu terpaut 1,231 detik dari Almansa yang juga menjadi yang tercepat pada sesi pagi dengan waktu 1 menit 37,515 detik.
Yang menarik, hasil practice siang menunjukkan Veda mampu memangkas selisih waktunya dari pemimpin sesi. Jika pada FP1 ia tertinggal 1,231 detik, pada sesi berikutnya selisih itu menyusut menjadi 0,871 detik. Ini mengindikasikan adanya peningkatan performa dari sisi kecepatan, meski secara posisi akhir ia harus puas berada di urutan ke-12. Bagi pembalap yang tengah menjalani musim perdananya di Moto3 ini, kemampuan beradaptasi dengan karakter lintasan menjadi hal krusial.
Usai menjalani latihan bebas pertama, Veda menyatakan optimismenya. “Ya tadi berjalan bagus,” ujar pembalap Honda Team Asia tersebut kepada ANTARA. Ia juga menegaskan keyakinannya dapat meningkatkan penampilan pada sesi kualifikasi dan balapan nanti. Modal kepercayaan diri semacam ini penting bagi pembalap muda yang tengah berjuang mengukuhkan posisinya di kompetisi balap motor kelas dunia.
Insiden dan Jadwal Lanjutan
Sesi practice ini sempat terganggu oleh insiden yang melibatkan pembalap Hakim Danish. Ia terjatuh di Tikungan 15 ketika sesi masih menyisakan 27 menit, sehingga bendera kuning dikibarkan sebagai tanda peringatan bagi para pembalap lain yang melintas. Insiden semacam ini menjadi pengingat akan risiko yang selalu mengintai di setiap sesi latihan, terutama pada lintasan yang menuntut presisi tinggi seperti Sirkuit Mandalika.
Bagi Veda, posisi ke-12 setidaknya menempatkannya lebih dekat ke persaingan perebutan tiket Q2 dibandingkan posisinya saat sesi masih berlangsung. Hasil itu memang belum memastikan langkahnya, tetapi setidaknya memberikan modal berharga untuk menghadapi sesi berikutnya. Sepanjang musim perdananya di Moto3, setiap sesi menjadi pelajaran penting bagi Veda untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan ritme kompetisi yang ketat.
Jadwal Moto3 akan berlanjut pada Sabtu dengan sesi free practice 2 dan kualifikasi. Veda akan membawa catatan selisih 0,871 detik dari Almansa ke sesi lanjutan tersebut. Selisih ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pembalap muda Indonesia itu untuk membuktikan kemampuannya di depan pendukung sendiri. Dengan dukungan penuh dari tribun Sirkuit Mandalika, Veda berpeluang besar meningkatkan performanya dan mengamankan posisi start yang lebih baik pada balapan akhir pekan.
