Seri ke-18 Kejuaraan Dunia MotoGP 2026 akan berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026. Prediksi MotoGP Mandalika 2026 menempatkan Marc Marquez sebagai kandidat pemenang kelas utama, sementara Izan Guevara dijagokan di Moto2 dan Veda Ega Pratama masuk dalam sorotan persaingan podium Moto3. Proyeksi ini disusun Litbang Kompas berdasarkan performa pebalap sepanjang musim hingga seri Jepang di Mobility Resort Motegi pada 4 Oktober 2026.
Duel Sengit Marquez dan Martin di Kelas Utama
Persaingan kelas utama datang dengan jarak yang sangat tipis. Jorge Martin memimpin klasemen dengan 333 poin, hanya unggul dua poin dari Marquez yang mengoleksi 331 poin. Selisih sekecil itu membuat setiap balapan menjadi krusial, termasuk seri Mandalika yang akan menjadi penentu arah perebutan gelar juara dunia. Marco Bezzecchi berada di urutan ketiga dengan 284 poin, disusul Pedro Acosta dengan 243 poin dan Ai Ogura dengan 237 poin.
Marquez membawa modal kuat setelah memenangi balapan Motegi. Martin finis kedua dan Bezzecchi ketiga, sementara Enea Bastianini berada di posisi keempat. Raul Fernandez finis kelima, Ogura keenam, dan Acosta ketujuh. Hasil Jepang itu memberi Marquez momentum untuk menekan pemimpin klasemen. Karena itu, proyeksi Litbang Kompas menempatkannya sebagai pemenang di Mandalika, diikuti Martin dan Bezzecchi. Namun, Martin tetap ancaman utama karena konsistensinya menjaga peluang mempertahankan posisi teratas, bahkan tanpa harus menang.
Rekam jejak Martin di Indonesia menambah lapisan menarik pada duel tersebut. Ia memenangi seri Mandalika pada 2024. Setahun sebelumnya, ia sempat memimpin jauh sebelum terjatuh di tikungan ke-11. Martin absen pada 2025 setelah mengalami cedera saat tampil di Jepang. Bezzecchi juga datang dengan catatan yang layak diperhitungkan. Ia meraih kemenangan Sprint di Mandalika pada tahun lalu dan start dari posisi terdepan untuk balapan utama, tetapi kemudian terjatuh bersama Marquez pada awal balapan hari Minggu.
Acosta, Raul Fernandez, Ogura, Bastianini, Francesco Bagnaia, Fabio Di Giannantonio, dan Fermin Aldeguer diperkirakan ikut berebut posisi 10 besar. Menariknya, Marquez belum pernah menang dalam balapan utama di Mandalika. Catatan terbaiknya yang disebut dalam bahan adalah podium ketiga pada balapan Sprint 2024. Catatan itu menjadi tantangan tersendiri bagi Marquez untuk memecah kebuntuan di lintasan sepanjang 4,3 kilometer tersebut.
Momentum Guevara di Moto2
Persaingan Moto2 bergerak dengan cerita yang berbeda. Manuel Gonzalez memimpin klasemen dengan 245,5 poin, sedangkan Guevara mengumpulkan 235 poin. Selisih mereka hanya 10,5 poin. Ivan Ortola berada di urutan ketiga dengan 181,5 poin, diikuti David Alonso dengan 166 poin dan Daniel Holgado dengan 154 poin. Persaingan di kelas ini pun masih terbuka lebar dengan beberapa seri tersisa.
Gonzalez gagal memaksimalkan akhir pekan Motegi. Meski memulai balapan dari posisi ketiga, ia finis di urutan ke-22. Guevara justru tampil tajam: memulai dari pole position, pebalap BLU CRU Pramac Yamaha Moto2 itu menjaga kecepatan dan menang. Performa tersebut membuat Guevara diproyeksikan sebagai pemenang Moto2 Mandalika. Gonzalez diprediksi finis kedua dan Alonso ketiga, sementara Ortola serta Filip Salac berpeluang ikut dalam persaingan kelompok depan.
Hasil itu penting bagi perebutan klasemen karena kemenangan Guevara di Jepang memangkas jarak dengan Gonzalez. Celestino Vietti bisa mengganggu prediksi tersebut. Ia berada di posisi kedelapan klasemen dengan 133 poin, tetapi tampil cepat di Motegi: mencatat lap tercepat balapan, 1 menit 47,479 detik, lalu finis keenam. Tony Arbolino juga patut dicermati setelah mengakhiri balapan Jepang di posisi kedua dari start kelima. Kehadiran nama-nama ini menandakan bahwa kelas Moto2 masih menyimpan banyak kejutan yang bisa mengubah peta persaingan podium.
Peluang Veda Ega Pratama di Moto3
Untuk Moto3, bahan prediksi menyoroti Veda Ega Pratama sebagai salah satu nama yang berpeluang meraih podium. Namun, rincian posisi klasemen, tren hasil terakhir, dan kandidat podium lain di kelas tersebut tidak dicantumkan dalam bahan sumber. Karena itu, proyeksi Moto3 tidak dapat diperluas dengan angka atau perbandingan yang tidak tersedia.
Bagi penonton Indonesia, perhatian memang tertuju pada peluang Veda Ega Pratama. Kehadiran pebalap muda Indonesia di lintasan kandang selalu menjadi daya tarik tersendiri, terutama karena Mandalika menjadi panggung untuk menunjukkan kemampuan di depan pendukung sendiri. Meski begitu, prediksi podium bukan kepastian, dan bahan yang tersedia belum merinci dasar statistik khusus untuk Moto3.
Faktor yang Bisa Mengubah Prediksi
Bagi perebutan gelar, Mandalika dapat menjadi titik penting karena Martin dan Marquez datang dengan selisih hanya dua poin. Hasil seri ini berpotensi mengubah arah persaingan pada seri berikutnya. Dengan sisa musim yang semakin pendek, setiap poin akan sangat berarti, baik bagi pebalap yang mengejar maupun yang berusaha mempertahankan posisi di puncak klasemen.
Prediksi tetap memiliki batas. Kualifikasi, kondisi ban, cuaca, dan pertarungan pada lap-lap awal dapat mengubah jalannya balapan. Proyeksi Litbang Kompas sendiri bertumpu pada performa di 16 seri sebelumnya yang berlangsung di lintasan dengan karakter berbeda. Mandalika memiliki karakter unik, dengan kombinasi tikungan cepat dan area pengereman keras yang menuntut pengaturan motor serta strategi ban yang tepat. Karena itu, hasil prediksi tidak selalu sejalan dengan kenyataan di lintasan, dan setiap pebalap masih memiliki peluang yang sama untuk tampil mengejutkan.
