Java United FC akhirnya memetik kemenangan perdana mereka di ajang BRI Super League 2026/27 setelah menundukkan Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1 pada laga pekan keempat yang digelar Minggu, 11 Oktober 2026, sore WIB di Stadion Jatidiri, Semarang. Hasil ini mengangkat tim berjuluk Kepodang Emas itu dari dasar klasemen ke peringkat ke-13 dengan koleksi 2 poin, sementara Borneo FC harus rela turun satu peringkat ke posisi ke-11.
Drama Dua Babak di Stadion Jatidiri
Pertandingan antara Java United FC dan Borneo FC tersaji sengit sejak peluit awal dibunyikan. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol, meski Java United tampil lebih mendominasi serangan. Moussa Diarra dari kubu Borneo FC sempat menciptakan beberapa peluang berbahaya, tetapi gagal menuntaskan peluang tersebut menjadi gol. Ketangguhan lini belakang kedua tim membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum, sekaligus menandakan bahwa laga ini akan ditentukan oleh detail-detail kecil di paruh kedua.
Drama baru benar-benar pecah setelah jeda. Java United membuka keunggulan melalui gol individu Kaio Nunes pada menit ke-48, setelah ia melewati beberapa pemain belakang Borneo dan menaklukkan kiper Kadu. Keunggulan itu tidak bertahan lama. Masuknya Arthur de Moura pada menit ke-55 menggantikan Hugo Samir terbukti menjadi langkah jitu, sebab ia langsung memberikan assist untuk gol balasan Marcos Emanuel Astina pada menit ke-65 lewat tendangan voli yang apik. Skor pun kembali imbang dan tempo pertandingan semakin meninggi.
Java United kemudian kembali unggul berkat peran Lukas Pivetta Brambilla, yang masuk menggantikan Kaio Nunes pada menit ke-61 dan menjelma sebagai super sub. Tendangan bebas cantik Brambilla pada menit ke-80 melesak ke pojok kanan atas gawang Borneo, mengubah skor menjadi 2-1 dan bertahan hingga laga usai. Wasit Naufal Fairuski memimpin pertandingan yang berlangsung relatif terkendali, hanya diwarnai satu kartu kuning untuk Riyan Ardiansyah dari Java United. Kemenangan ini menjadi momen pembuktian bahwa kedalaman skuad Java United mulai menemukan bentuknya.
Penjelasan Poin Java United: Kenapa Hanya 2?
Kemenangan 2-1 tersebut sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar, mengapa Java United hanya mengoleksi 2 poin dan bukan 4 poin setelah meraih satu kemenangan. Penyebabnya adalah sanksi pengurangan 2 poin yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI kepada klub sebelum kompetisi bergulir. Sanksi itu membuat setiap poin yang diraih di lapangan harus dipotong terlebih dahulu, sehingga posisi Java United di klasemen tidak sebanding dengan performa riil mereka.
Berikut rincian perolehan poin Java United hingga pekan keempat:
- Imbang 1-1 melawan Garudayaksa (6 September) = 1 poin
- Kalah 2-3 melawan Persita (13 September) = 0 poin
- Kalah 0-1 melawan Persija (19 September) = 0 poin
- Menang 2-1 melawan Borneo (11 Oktober) = 3 poin
Dengan demikian, total poin Java United adalah -2 akibat sanksi ditambah 1, 0, 0, dan 3, sehingga berjumlah 2 poin. Informasi mengenai rincian poin ini dikutip dari CNNIndonesia.com dan Headline.co.id. Sanksi semacam ini kerap menjadi beban psikologis tersendiri bagi sebuah tim, karena menuntut mereka mengumpulkan poin lebih banyak hanya untuk kembali ke titik nol. Bagi Java United, kemenangan atas Borneo setidaknya menjadi sinyal bahwa mereka masih memiliki peluang bersaing asalkan konsistensi penampilan terjaga.
Peta Klasemen Sementara BRI Super League 2026/27
Persija Jakarta masih kokoh di puncak klasemen dengan 12 poin sempurna dari empat kemenangan. Mereka diikuti Dewa United dengan 10 poin, lalu Bali United dan Madura United yang masing-masing mengoleksi 9 poin. Persita Tangerang dan Persebaya Surabaya mengumpulkan 8 poin, sementara Persik Kediri mengumpulkan 7 poin. Di bawah mereka, Arema FC, Bhayangkara FC, dan Persib Bandung yang baru bermain tiga laga sama-sama mengumpulkan 6 poin.
Borneo FC Samarinda kini berada di posisi ke-11 dengan 6 poin dari lima pertandingan, turun satu peringkat setelah kekalahan dari Java United. PSS Sleman mengoleksi 3 poin berkat kemenangan 3-0 atas PSM Makassar pada hari yang sama. Java United FC dan Malut United sama-sama mengumpulkan 2 poin, diikuti Garudayaksa FC, PSM Makassar, dan PSIM Yogyakarta yang mengumpulkan 1 poin. Persijap Jepara menjadi juru kunci tanpa poin, sementara Adhyaksa FC juga memulai kompetisi dengan sanksi pengurangan 2 poin sehingga koleksinya minus.
Dampak dan Jadwal Selanjutnya
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Java United FC untuk keluar dari zona degradasi. Para penggemar yang memadati Stadion Jatidiri merayakan kemenangan perdana tim berjuluk Kepodang Emas tersebut. Tantangan berat sudah menanti di pekan berikutnya, ketika Java United menjamu Bali United pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB, kembali di Stadion Jatidiri. Laga itu akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi yang tengah mereka bangun.
Sementara itu, Borneo FC yang berstatus runner-up musim lalu kini menghadapi tekanan publik. Kegagalan Arthur de Moura mengonversi dua peluang emas di menit-menit akhir menjadi sorotan utama. Tim asuhan Mauro Jeronimo ini perlu segera melakukan evaluasi, terutama pada penyelesaian akhir, untuk menghadapi jadwal pekan kelima BRI Super League 2026/27. Jika masalah finishing tidak segera dibenahi, posisi mereka di papan tengah berpotensi terus tertekan seiring bergulirnya kompetisi.
