MEDAN — Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, memberikan pujian langsung kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution atas perhatian dan dukungannya terhadap perkembangan Timnas Indonesia. Pujian tersebut disampaikan saat Sumardji membuka Kongres Luar Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin. Dalam forum itu, Bobby Nasution turut hadir dan menyaksikan penetapan Arya Sinulingga sebagai Ketua PSSI Sumut secara aklamasi.
Dukungan Nyata Sumatera Utara untuk Timnas Kelompok Umur
Sumardji menilai keterlibatan Sumatera Utara dalam menyelenggarakan sejumlah turnamen menjadi bukti dukungan konkret terhadap tim nasional, terutama pada kelompok umur. Provinsi itu tercatat pernah menjadi tuan rumah Piala Kemerdekaan 2025, sebuah ajang pemanasan menuju Piala Dunia U-17, serta Piala AFF U-19 pada Juni 2026. Penyelenggaraan berbagai kompetisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesiapan atlet, tetapi juga memperkuat ekosistem sepak bola nasional secara keseluruhan.
Dalam sambutannya, Sumardji menyampaikan rasa terima kasih secara khusus kepada Bobby Nasution. “Sebagai ketua BTN, saya ucapkan rasa terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara. Beliau Gubernur yang peduli terhadap perkembangan timnas,” ucapnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perhatian kepala daerah menjadi faktor penting dalam mendukung pembinaan pemain muda dan penyelenggaraan kompetisi berskala nasional maupun internasional.
Ketua BTN itu juga mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta dukungan kepada sejumlah gubernur di berbagai daerah. Namun, menurut Sumardji, dukungan yang ia saksikan di Sumatera Utara belum ia temukan dalam bentuk serupa di daerah lain. Ia menyoroti pentingnya perhatian terhadap timnas kelompok umur, yang memerlukan dukungan penyelenggaraan kompetisi serta kesiapan daerah sebagai tuan rumah. Hal ini menunjukkan bahwa peran pemerintah daerah sangat menentukan keberlanjutan agenda sepak bola nasional.
Kehadiran Bobby Nasution dalam kongres turut mendapat perhatian tersendiri dari Sumardji. Ia menyebut bahwa gubernur tersebut hadir dalam kongres PSSI provinsi yang diikutinya, sebuah sikap yang dinilainya mencerminkan komitmen pemerintah daerah terhadap kemajuan sepak bola. Menurut Sumardji, keterlibatan langsung seorang kepala daerah dalam forum organisasi seperti ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan olahraga di tingkat regional maupun nasional.
Harapan Bobby Nasution dan Arah Baru PSSI Sumut
Bagi Sumatera Utara, menjadi tuan rumah kompetisi memberi dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar menyediakan lapangan pertandingan. Ajang kelompok umur memberi ruang bagi timnas untuk bertanding dan mengasah kemampuan, sementara kegiatan berskala nasional dan internasional menjaga daerah tetap terlibat dalam agenda sepak bola Indonesia. Dukungan pemerintah provinsi dan PSSI setempat menjadi bagian penting agar kesempatan seperti itu dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Bobby Nasution berharap hubungan antara pemerintah provinsi dan PSSI Sumut tetap terjaga dengan baik dan mampu menghadirkan lebih banyak turnamen ke daerah tersebut. Ia menyebut penyelenggaraan ajang sebelumnya sebagai modal yang layak diteruskan oleh kepengurusan baru. “Keinginan kami dari pemerintah provinsi bersama dengan PSSI agar membawa event-event nasional, bahkan internasional ke Sumut,” kata Bobby. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendorong Sumatera Utara sebagai tuan rumah berbagai kompetisi bergengsi.
Dalam kongres tersebut, Arya Sinulingga terpilih secara aklamasi untuk memimpin PSSI Sumut periode 2026–2030. Ia menyatakan bahwa dukungan pemerintah provinsi selama ini telah membantu kerja organisasi, termasuk melalui peran Gubernur Sumut dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) di tingkat teknis. Menurut Arya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi sepak bola menjadi fondasi penting dalam membangun prestasi olahraga di tingkat provinsi.
Arya menambahkan bahwa kepengurusan baru ingin melanjutkan kolaborasi tersebut sekaligus bekerja lebih tegas dalam membangun sepak bola Sumatera Utara. Harapan berikutnya, kerja sama antara PSSI Sumut dan pemerintah provinsi mampu membawa ajang nasional maupun internasional kembali ke daerah itu. Dengan dukungan yang terus mengalir, Sumatera Utara diharapkan dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu barometer pembinaan sepak bola di Indonesia, khususnya untuk kelompok umur yang menjadi ujung tombak regenerasi tim nasional.
Sinergi antara BTN PSSI, pemerintah daerah, dan pengurus provinsi menjadi kunci bagi keberhasilan agenda sepak bola nasional ke depan. Dukungan yang diberikan Sumatera Utara melalui penyelenggaraan berbagai turnamen diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain. Ke depan, komitmen bersama ini menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan pemain muda, meningkatkan kualitas kompetisi, dan menjaga momentum kebangkitan sepak bola Indonesia di pentas internasional.
