Timnas India menelan kekalahan memalukan 1-6 dari Uruguay dalam pertandingan persahabatan FIFA di Salt Lake Stadium, Kolkata, pada Selasa (6/10/2026) malam WIB. Laga bertajuk FIFA Matchday ini seharusnya menjadi ajang pembuktian bagi sepak bola India, tetapi justru berubah menjadi pesta gol Uruguay yang sempat tertunda selama 39 menit akibat hujan deras disertai petir. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi anak asuh Khalid Jamil, yang tengah berupaya membangun fondasi tim menjelang Kualifikasi Piala Asia AFC 2027.
Kronologi Laga yang Penuh Drama
Pertandingan dimulai sekitar pukul 19.30 waktu setempat atau 21.00 WIB di hadapan sekitar 25.000 penonton yang memadati tribun Salt Lake Stadium. Uruguay, yang ditangani legenda hidup sepak bola Diego Forlan, langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Pada menit ke-12, mereka mendapat hadiah penalti yang dengan tenang dieksekusi oleh Darwin Nunez, striker yang dikenal memiliki insting gol tajam dan kini bermain di level klub papan atas. Eksekusi tersebut membawa Uruguay unggul 1-0 dan seolah membuka jalan bagi pertandingan yang berat bagi tuan rumah.
Namun, India sempat memberikan harapan. Anirudh Thapa, gelandang bernomor punggung 15, memanfaatkan bola muntah setelah kiper Uruguay Thiago Cardozo gagal menangkap bola dengan sempurna. Gol penyama kedudukan itu tercipta pada menit ke-22 dan langsung menyulut euforia di seluruh stadion. Momen tersebut menjadi titik optimisme bagi India bahwa mereka mampu bersaing melawan tim peringkat 20 dunia, meskipun hanya berselang beberapa menit sebelum cuaca benar-benar berubah drastis.
Hanya lima menit setelah gol Thapa, tepatnya pada menit ke-27, wasit terpaksa menghentikan pertandingan. Hujan deras disertai sambaran petir membuat kondisi lapangan dan keselamatan para pemain tidak lagi memungkinkan untuk melanjutkan permainan. Pengumuman melalui layar besar stadion dan pengeras suara meminta penonton untuk segera mencari tempat berlindung yang aman. Para pemain, termasuk Nunez dan Rodrigo Bentancur, bersama ofisial pertandingan serta pelatih Forlan, bergegas menuju terowongan stadion. Penghentian berlangsung selama 39 menit. Menariknya, petir sebenarnya sudah terlihat bahkan sebelum kickoff dimulai, sehingga keputusan untuk tetap memulai laga di tengah cuaca yang memburuk sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan pengamat. Ketika pertandingan dilanjutkan, permukaan lapangan Salt Lake Stadium sudah basah kuyup akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah India bagian timur.
Pesta Gol Uruguay Setelah Badai
Setelah laga dilanjutkan, Uruguay langsung menunjukkan kelasnya. Maxi Araujo mengembalikan keunggulan Uruguay menjadi 2-1 pada menit ke-28, hanya sesaat setelah pertandingan kembali bergulir. Gol tersebut seolah mematahkan momentum dan kepercayaan diri India yang sebelumnya sempat terbangun. Di babak kedua, Uruguay semakin tidak terbendung dan mendikte jalannya pertandingan.
Rodrigo Zalazar memperlebar jarak menjadi 3-1 pada menit ke-53. Enam menit berselang, Maxi Araujo mencetak gol keduanya dan mengubah skor menjadi 4-1, sekaligus menegaskan dominasi Uruguay di lini pertahanan India. Pesta gol pasukan Diego Forlan belum berhenti. Juan Manuel Sanabria mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-71, sebelum Rodrigo Aguirre menutup pesta gol dengan gol keenam Uruguay pada menit ke-86. Skor akhir 6-1 memastikan kemenangan telak bagi tim tamu dan menjadi catatan kelam bagi tuan rumah.
India dan Ujian Berat Menuju Kualifikasi Piala Asia
Kekalahan ini melanjutkan tren buruk India sepanjang jeda internasional FIFA September-Oktober 2026. Dalam tiga pertandingan yang dijalani, India hanya mampu meraih satu hasil imbang 1-1 melawan Panama pada 26 September, lalu kalah telak 0-4 dari Brasil pada 3 Oktober. Dengan tambahan kekalahan 1-6 dari Uruguay, India total kebobolan 11 gol hanya dalam dua laga melawan tim-tim peserta Piala Dunia. Catatan tersebut menjadi cermin nyata tentang jarak kualitas antara sepak bola India dan negara-negara dengan tradisi sepak bola mapan.
Pelatih India, Khalid Jamil, menghadapi tantangan yang tidak ringan. Meskipun timnya sempat mencetak gol ke gawang juara dunia dua kali seperti Uruguay, hasil akhir menunjukkan perbedaan kelas yang sangat jauh. Uruguay datang ke Kolkata dengan status peringkat 20 FIFA, sementara India berada di peringkat 133. Uruguay bahkan melakukan rotasi besar-besaran dalam laga ini, termasuk tidak menurunkan Federico Valverde yang absen karena cedera. Fakta bahwa tim yang tidak tampil dengan kekuatan penuh masih mampu mencetak enam gol menjadi sinyal serius bagi India.
Sebelumnya, India memutuskan menarik diri dari turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, yang kemudian posisinya digantikan oleh Bangladesh. Alasan yang dikemukakan adalah keinginan untuk fokus pada pertandingan persahabatan melawan tim-tim kuat sebagai bagian dari persiapan. Strategi tersebut secara teori masuk akal, karena mengukur kemampuan melawan tim kelas dunia bisa memberikan pengalaman berharga. Namun, rangkaian laga ini justru mengungkap pekerjaan rumah yang besar bagi sepak bola India, terutama dalam hal organisasi pertahanan, transisi bertahan, dan konsistensi performa selama 90 menit penuh.
Ke depan, hasil ini menjadi bahan evaluasi serius bagi federasi dan tim pelatih India. Menghadapi Kualifikasi Piala Asia AFC 2027, India tidak hanya membutuhkan semangat dan dukungan penonton, tetapi juga pembenahan struktural mulai dari pembinaan pemain muda, kualitas kompetisi domestik, hingga peningkatan jam terbang internasional. Bagi Uruguay, kemenangan ini menjadi modal berharga dalam menjaga momentum dan menguji kedalaman skuad di tengah jadwal padat. Sementara bagi publik Kolkata yang tetap setia memadati stadion meski cuaca ekstrem, laga ini akan dikenang sebagai malam ketika harapan sempat menyala, sebelum akhirnya dipadamkan oleh badai dan gempuran gol Uruguay.
