Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia kembali mencuri perhatian publik melalui safari politiknya. Dalam pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Bali di Denpasar, Sabtu (3/10/2026), Bahlil membawa delegasi pejabat kabinet dalam jumlah terbesar untuk sebuah acara internal partai, yakni lima menteri dan dua wakil menteri sekaligus.
Delegasi Kabinet Terbesar dalam Sejarah Safari Politik Golkar
Kehadiran rombongan besar tersebut bukan tanpa makna. Menurut Bahlil, langkah ini merupakan bentuk keseriusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dalam mencermati perkembangan partai di tingkat daerah, khususnya di Provinsi Bali. “Ini sebagai bentuk keseriusan dan kesungguhan kami dari DPP Partai Golkar dalam melihat bagaimana perkembangan Golkar di Provinsi Bali,” ujar Bahlil usai membuka acara di Monumen Gong Perdamaian, Denpasar.
Rombongan pejabat yang diboyong ke pulau wisata itu terdiri dari Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Jawa-Kalimantan, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Selain itu, turut hadir Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dan Wakil Menteri P2MI Christina Aryani. Bahlil sendiri hadir dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Energi yang merangkap Menteri ESDM.
Komposisi delegasi ini menunjukkan bahwa pelantikan pengurus daerah tidak lagi dipandang sebagai agenda seremonial semata. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara di sebuah acara partai di daerah menegaskan bahwa Golkar ingin memperlihatkan kedekatan antara struktur pusat dan basis lokal, sekaligus menegaskan bahwa pengurus daerah memiliki akses langsung terhadap pengambil kebijakan di tingkat nasional. Bagi kader di daerah, kehadiran para menteri menjadi sinyal bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menghadapi agenda politik lima tahun ke depan.
Target “102 Lebih” dan Susunan Baru Pengurus Bali
Dalam sambutannya, Bahlil menyampaikan pesan strategis yang cukup langsung kepada jajaran kepengurusan baru. Ia meminta pengurus Golkar Bali segera menaikkan perolehan kursi di DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan bila memungkinkan di DPR RI. Bahlil bahkan menyebut target “102 lebih” untuk kursi nasional, merujuk pada capaian Golkar yang kini menguasai 102 kursi DPR RI, tertinggi kedua setelah PDIP dalam koalisi pemerintahan.
Gde Sumarjaya Linggih, yang akrab disapa Demer, resmi dilantik sebagai Ketua DPD Golkar Bali untuk periode 2025–2030 berdasarkan Surat Keputusan DPP Nomor SKEP-166/DPP/GOLKAR/VI/2026. Ia didampingi I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida sebagai Sekretaris dan I Gede Sudiana sebagai Bendahara, ditambah 20 wakil bidang serta sejumlah pengurus di tingkat sekretaris dan bendahara. Secara keseluruhan, susunan kepengurusan ini melibatkan 108 orang.
Yang menarik, struktur baru tersebut diisi oleh 47 anggota dari generasi Z dan sekitar 37 perempuan. Komposisi ini mencerminkan strategi Golkar untuk membuka ruang lebih besar bagi kelompok usia muda dan perempuan di tingkat basis. Bahlil memuji keseimbangan antara senior berpengalaman dan generasi penerus dalam susunan itu. “Saya melihat wajah-wajah yang penuh harapan, gabungan antara generasi yang lalu dengan generasi kini yang akan mewarisi masa depan bangsa,” tuturnya.
Soliditas Menuju 2029 dan Harapan Dukungan Pusat
Demer menegaskan bahwa kepengurusan Golkar Bali berada dalam kondisi sangat solid. Meski demikian, ia secara terbuka menyampaikan kebutuhan logistik kepada Bahlil. Menurutnya, dukungan sumber daya finansial dari pusat akan sangat menentukan kemampuan partai menggerakkan mesin politiknya menjelang pemilihan umum lima tahun mendatang. “Logistik kadang-kadang menjadi faktor utama dalam kesuksesan organisasi,” ungkap Demer di hadapan ketua umum.
Pernyataan tersebut menjadi pesan halus yang lazim dalam dinamika organisasi politik: meski pengurus daerah merasa siap secara struktur dan semangat, dukungan operasional dari DPP tetap menjadi faktor penentu. Apalagi, Golkar tengah mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029 dengan target memperbesar basis legislatifnya, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Pelantikan itu sendiri berlangsung meriah dengan kehadiran sekitar 1.400 kader dari tingkat Pengurus Desa hingga DPD. Skala acara ini menciptakan suasana yang jarang terjadi untuk sebuah agenda internal partai. Kombinasi antara delegasi pusat yang besar dan jumlah peserta lokal yang melimpah memang dirancang untuk menunjukkan energi Golkar Bali kepada publik, terutama pada periode 2025–2030 ketika partai akan disibukkan berbagai konsolidasi internal dan persiapan pemilu.
Dalam konteks politik nasional, langkah Bahlil membawa para menteri ke daerah dapat dibaca sebagai upaya memperkuat kohesi antara kekuatan eksekutif dan struktur partai. Golkar saat ini menjadi tulang punggung kabinet di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, sehingga menjaga soliditas di daerah menjadi bagian dari strategi pertahanan pengaruh jangka panjang. Dengan basis legislatif yang kuat dan regenerasi pengurus yang menyertakan Gen Z serta perempuan, Golkar berharap dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama dalam peta perpolitikan Indonesia menjelang Pemilu 2029.
