AC Milan asuhan Ruben Amorim akan menghadapi Sassuolo di Stadion Mapei pada Minggu (11/10/2026) dengan misi menjaga tren tak terkalahkan sekaligus memburu kemenangan. Rossoneri memulai musim Liga Italia dengan laju yang menjanjikan, tetapi rekor tandang mereka menyimpan peringatan yang perlu diwaspadai.
Modal Tak Terkalahkan dalam Lima Laga
Dalam lima pertandingan pertama Liga Italia, Milan meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Catatan itu menempatkan Luka Modric dan rekan-rekan di peringkat lima klasemen, hanya terpaut dua angka dari Capolista AS Roma dan juara bertahan Inter Milan. Posisi tersebut menunjukkan bahwa Milan masih berada dalam jangkauan persaingan di papan atas, meski belum sepenuhnya membuktikan konsistensi mereka.
Start yang solid ini terasa penting karena Milan dalam dua musim terakhir sempat tampil tidak sesuai harapan. Rossoneri finis di posisi kedelapan, lalu naik ke peringkat kelima pada musim berikutnya. Dua catatan itu menjadi latar belakang mengapa awal musim kali ini disambut dengan harapan baru, sekaligus kehati-hatian. Lima laga memang memberikan sinyal positif, tetapi jumlah pertandingan itu belum cukup untuk menjawab apakah Milan sanggup bersaing secara konsisten di papan atas hingga akhir musim.
Perjalanan kompetisi yang panjang biasanya menghadirkan momen menyenangkan dan masa sulit secara bergantian. Karena itu, kemampuan menjaga momentum menjadi salah satu faktor kunci bagi tim yang ingin mengakhiri musim di posisi terhormat. Milan perlu memastikan bahwa hasil imbang dan kemenangan awal tidak berubah menjadi rangkaian hasil buruk ketika tekanan pertandingan meningkat.
Amorim: Kemenangan adalah Mentalitas Kami
Jelang laga melawan Sassuolo, Amorim menegaskan bahwa kemenangan menjadi sasaran Milan setiap kali mereka memasuki lapangan. Namun, pelatih itu juga meminta timnya memainkan sepak bola yang baik, bukan sekadar mengejar hasil akhir. Pendekatan tersebut mencerminkan keinginan membangun identitas permainan yang berkelanjutan, bukan hanya mengejar angka sesaat.
“Memenangi setiap pertandingan: itulah mentalitas kami. Kita akan melihat apa yang terjadi di akhir,” kata Amorim kepada DAZN. Ia menyebut target tersebut berlaku setiap pekan, meski perjalanan musim akan menghadirkan momen menyenangkan dan masa sulit. Amorim mengaku senang berada di Milan dan merasa memikul tanggung jawab untuk membantu klub kembali ke tempatnya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan ambisi besar di balik kursi kepelatihan. Bagi sebuah klub dengan sejarah panjang seperti Milan, berada di papan atas bukan hanya soal prestasi jangka pendek, melainkan soal mengembalikan standar yang diharapkan pendukung. Narasi semacam ini juga menjadi cara pelatih menanamkan pola pikir bertanding kepada para pemain, agar tidak gentar menghadapi tekanan dari lawan maupun tuntutan dari luar lapangan.
Rekor di Stadion Mapei Jadi Perhatian
Lawan berikutnya berada di peringkat ke-10. Posisi klasemen membuat Milan tampak lebih diunggulkan, tetapi catatan pertemuan tandang memberi konteks berbeda: dalam tiga kunjungan terakhir ke markas Sassuolo, Milan belum pernah menang, dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Angka itu membuat laga tandang ini lebih dari sekadar kesempatan menambah poin.
Milan perlu menjaga ketenangan saat menghadapi tim yang pernah menyulitkan mereka di kandangnya sendiri. Bagi pendukung, ujian di Stadion Mapei juga menjadi tolok ukur awal apakah mentalitas menang yang disuarakan Amorim bisa bertahan ketika rekor lama ikut membayangi. Pertandingan semacam ini kerap menjadi penentu suasana dalam beberapa pekan berikutnya, karena hasil buruk bisa memengaruhi kepercayaan diri pemain maupun atmosfir di sekitar tim.
Dari sudut pandang persaingan klasemen, kemenangan akan membantu Milan mendekatkan diri ke papan atas dan menjaga laju tak terkalahkan. Sementara itu, hasil imbang atau kekalahan berpotensi memperlebar jarak dengan tim-tim yang berada di depan, meski musim masih berjalan panjang. Karena itu, setiap laga tandang memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai ajang mengumpulkan angka, tetapi juga sebagai proses menguji kematangan skuad.
Milan datang dengan modal belum terkalahkan dalam lima laga, sedangkan Sassuolo menunggu di Stadion Mapei pada Minggu (11/10/2026). Rekor Rossoneri di tiga kunjungan terakhir adalah dua imbang dan satu kalah. Pertanyaan yang kini menanti jawaban bukan hanya soal siapa yang menang, melainkan apakah mentalitas bertanding yang diusung Amorim mampu mengubah catatan lama tersebut.
