JAKARTA — Nama Shayne Pattynama menjadi salah satu sorotan utama setelah turut membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, kembalinya sang pemain ke level klub justru berjalan tidak semulus yang dibayangkan banyak pihak. Bek kelahiran Belanda itu kembali tidak masuk daftar skuad Persija Jakarta saat Macan Kemayoran menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Shayne Pattynama Masih Beradaptasi di Persija
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memberikan penjelasan terkait keputusan tersebut. Menurutnya, Shayne belum memiliki cukup waktu untuk mengikuti sesi latihan taktik bersama tim setelah pulang dari tugas internasional. Bagi seorang pelatih, pemahaman terhadap rencana permainan menjadi syarat mutlak sebelum seorang pemain dimasukkan ke dalam skuad pertandingan, terutama pada laga tandang yang menuntut disiplin taktis tinggi.
Shayne memang tampil pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand. Pemain jebolan akademi FC Utrecht itu bahkan sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo dalam adu penalti, sebuah momen yang menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju gelar juara. Kontribusi tersebut membuat namanya semakin dikenal luas oleh publik sepak bola nasional, sekaligus menumbuhkan ekspektasi besar terhadap kiprahnya bersama klub.
Meski demikian, jadwal tim nasional membuat Shayne kembali ke Persija dengan waktu yang sangat terbatas. Ia tidak melewati fase pramusim bersama tim, tidak mengikuti seluruh rangkaian latihan taktik, dan harus mengejar ketertinggalan dalam hal pemahaman terhadap pola yang diterapkan Shin Tae-yong. Kondisi semacam ini kerap terjadi pada pemain yang memperkuat negaranya, terutama ketika agenda internasional berjalan berdekatan dengan kompetisi domestik.
Shin Tae-yong menjelaskan, “Shayne baru kembali dari tugas bersama tim nasional. Dia belum memiliki cukup waktu untuk mengikuti latihan taktik bersama tim, sehingga kali ini tidak masuk dalam skuad melawan PSIM.” Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat teknis dan berkaitan dengan kesiapan pemain, bukan bentuk penilaian terhadap kualitas individu Shayne.
Pemain Timnas Indonesia Lain Masuk Skuad Persija
Absennya Shayne menjadi perhatian karena sejumlah pemain Persija lain yang juga memperkuat Timnas Indonesia justru sudah masuk dalam skuad untuk laga di Bantul. Rayhan Hannan dan Nadeo Argawinata tampil sebagai starter, sementara Jordi Amat berada di bangku cadangan dan tidak dimainkan. Perbedaan perlakuan ini menunjukkan bahwa keputusan pelatih sangat bergantung pada kondisi masing-masing pemain.
Rizky Ridho juga memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia kemudian masuk pada menit ke-75, sedangkan Radovan Pankov dipercaya mengenakan ban kapten sejak awal laga. Shin mengaitkan keputusan untuk tidak memainkan Ridho sejak menit awal dengan kondisi fisiknya setelah menjalani agenda bersama tim nasional. “Kapten utama kami mengalami kelelahan setelah menjalani agenda bersama tim nasional sehingga tidak bisa tampil sebagai starter. Pankov dipercaya untuk mengambil alih peran kapten,” kata Shin.
Dua situasi berbeda tersebut memperlihatkan bahwa pemain yang pulang dari tugas internasional bisa menghadapi pertimbangan yang tidak seragam. Ada yang dianggap cukup siap secara fisik namun belum matang secara taktik, ada pula yang secara taktik memahami rencana permainan tetapi terkendala kelelahan. Manajemen beban kerja menjadi bagian penting dalam pengelolaan skuad modern, terutama di tengah kalender pertandingan yang padat dan menuntut rotasi pemain secara cermat.
Bagi Persija, keputusan semacam ini menyangkut kesiapan dan pemahaman pemain terhadap rencana permainan, bukan semata-mata reputasi setelah menjuarai turnemen bersama tim nasional. Shayne masih perlu mengejar ketertinggalan dalam sesi latihan bersama rekan setim agar bisa bersaing memperebutkan tempat di starting eleven. Persaingan di lini belakang Macan Kemayoran juga tidak ringan, sehingga setiap pemain dituntut menunjukkan kualitasnya secara konsisten di sesi latihan harian.
Untuk pendukung Timnas Indonesia, situasi ini menjadi pengingat bahwa performa di level negara tidak serta-merta menjamin menit bermain di klub. Seorang pemain bisa menjadi pahlawan di panggung internasional, tetapi tetap harus memulai dari nol ketika kembali ke timnya. Adaptasi terhadap gaya kepelatihan, hubungan dengan rekan setim, serta pemahaman terhadap detail taktik menjadi faktor yang menentukan.
Shayne belum tampil bersama Persija musim ini. Laga melawan PSIM pun kembali berlalu tanpa namanya di daftar pemain yang diturunkan. Kesempatan berikutnya sepenuhnya bergantung pada proses adaptasi dan keputusan Shin Tae-yong, yang menegaskan, “Dia belum memiliki cukup waktu untuk mengikuti latihan taktik bersama tim.” Jika proses tersebut berjalan lancar, bukan tidak mungkin Shayne kembali menjadi pilihan utama di lini pertahanan Persija dalam waktu dekat.
